Home | Profil | Penelitian Kami | Publikasi | Prosiding | Kerjasama Penelitian | Sarana & Prasarana | Kontak Kami | Download | Galery

01-02-2017.131645 | Dilihat : 454 x
Pola Tanam Agroforestry Mampu Mengakomodir Kepentingan Lingkungan Dan Sosial Ekonomi

(BPPTA Ciamis, 2 Februari 2017)_ Keberhasilan pelaksanaan rehabilitasi lahan melalui kegiatan reboisasi selain dipengaruhi faktor teknis juga dipengaruhi oleh faktor sosial. Salah satu teknik penanaman yang dianggap mampu mengakomodir kepentingan lingkungan dan sosial ekonomi adalah dengan mengembangkan teknik agroforestri. Hal tersebut diungkapkan oleh Aditya Hani, S.Hut., M.Sc, salah seorang peneliti Balai Litbang Teknologi Agroforestry dalam karya tulis ilmiahnya yang dipublikasikan dalam Prosiding Seminar Nasional Agroforestry ke-5 di Ambon, 21 November 2014 yang bertemakan  “Pengelolaan Lanskap Agroforestry Wilayah Kepulauan Menghadapi Efek Perubahan Iklim”, .

Lebih lanjut hany menjelaskan bahwa usaha-usaha perbaikan lahan belum mampu mengatasi peningkatan lahan kritis dikarenakan pendekatan yang dilakukan lebih berorientasi pada penanganan fisik dan kurang memperhatikan masalah sosial, ekonomi dan budaya masyarakat. “Petani mau mengadopsi suatu teknologi konservasi jika petani memperoleh manfaat secara ekonomi dari kegiatan tersebut”, jelas Hany

Oleh karena itu, Hany dkk melakukan penelitian tentang peranan agroforestry dalam meningkatkan keberhasilan penanaman sengon. Penelitian dilakukan dengan membuat demplot penelitian yang terdiri dari : 1) Agroforestry sengon; 2) Penanaman tanaman bawah dilakukan 2 x musim tanam dalam setahun musim pertama yaitu penanaman kacang tanah dan musim kedua penanaman jagung; 3) Sengon monokultur; 4) Sengon campuran dengan jenis manglid dan suren. Demplot didesain dengan menggunakan rancangan acak berblok (RCBD).

Penelitian dilaksanakan di Desa Sindangbarang, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis. Desa ini merupakan salah satu bagian dari sub DAS Citanduy Hulu yang terletak pada hulu DAS Citanduy.Desa Sindangbarang secara biofisik merupakan bagian dari Kecamatan Panumbangan dimana mempunyai karakteristik lahan dengan tofografi bergelombang sampai berbukit (15 – 39%), jenis tanah latosol, drainase sedang dengan pH dari netral sampai basa. Tingkat kemiringan lahan antara 15 – 60 %, dan ketinggian tempat antara 450 – 750 m dari permukaan laut. Tipe iklim berdasarkan data curah hujan 10 tahun terakhir memiliki rata – rata  bulan basah 7 dan bulan kering 4,6 sehingga berdasarkan klasifikasi Schmidt-Ferguson termasuk tipe C (Agak Basah).

Penelitian yang dilakukan hany dkk menunjukkan bahwa tanaman sengon yang ditanam secara agroforestri memberikan produktivitas paling tinggi dan mampu meningkatkan kesuburan lahan.

“Tanaman sengon umur 2,5 tahun yang ditanam secara agroforestri memberikan produktivitas paling tinggi dengan volume per pohon 0,0142 m3 dan riap volume 0,0057 m3/tahun. Penanaman sengon sampai umur 2,5 tahun mampu meningkatkan kesuburan lahan terutama karena meningkatnya bahan organik tanah, “kata Hani.

Menurut hany, tingginya produktifitas tanaman sengon yang ditanam secara agroforestry disebabkan karena sengon merupakan jenis legum yang mempunyai kemampuan untuk mengikat N di udara. Akumulasi N dalam biomassa sengon selanjutnya dapat memberi manfaat terhadap kesuburan tanah disekitarnya melalui peluruhan biomasa bagian atas maupun akar tanaman yang mati.

Lebih lajut hany menjelaskan bahwa peningkatan kesuburan tanah pada pola tanam agroforestry disebabkan kerena jatuhan seresah dari tanaman sengon dan biomasa tanaman semusim.

“Seresah yang berasal dari pohon sengon maupun limbah dari tanaman semusim sebaiknya tetap dipertahankan keberadaannya karena berfungsi sebagai sember bahan organik, dapat melindungi tanah dari kerusakan mekanis akibat jatuhan air hujan.serta keberadaan seresah akan meningkatkan kesuburan fisik dan kimia tanah,” jelas Hany.

Selain itu, faktor lain peningkatan kesuburan tanah pada pola tanam agroforestry yaitu karena adanya kombinasi pemupukan pupuk organik dan pupuk kimia terhadap tananama sengon dan tanaman semusim serta adanya pengolahan tanah.

” Sifat biologi tanah yang menggunakan pupuk organik pada umumnya lebih baik karena keberadaan bahan organik menyebabkan naiknya jumlah dan jenis mikroba tanah yang menguntungkan bagi tanaman untuk dapat berkembang dengan baik sehingga keberadaan bahan organik dan mikroba tanah dapat meningkatkan kandungan asam-asam organik yang berfungsi untuk mengikat unsur hara di dalam tanah sehingga tidak mudah hilang terbawa aliran permukaan,’ kata Hany.

Lebih lanjut Hany menyatakan bahwa pengolahan tanah juga perlu mendapat perhatian utama karena pengolahan tanah sangat berhubungan dengan upaya memperbaiki sifat fisik tanah. Sifat fisik tanah yang baik memiliki aerase dan draenase yang baik.

“Tanah yang padat akan berpengaruh terhadap pertumbuhan akar tanaman sengon. Peningkatan kepadatan tanah akan menurunkan pertumbuhan panjang akar sengon,’ jelas Hany.

Setelah melakukan penelitian tentang peranan pola tanam agroforestry dalam meningkatkan keberhasilan penanaman sengon, hany dkk berharap bahwa pola tanam agroforestry sengon baik dengan tanaman semusim kacang tanah dan jagung maupun dengan campuran sengon, manglid dan suren dapat dijadikan bahan kebijakan dalam upaya meningkatkan keberhasilan rehabilitasi lahan karena agroforestri selain mampu memberikan keuntungan secara ekonomi diharapkan akan meningkatkan keberhasilan dan pertumbuhan tanaman melalui perannya yang mampu mengakomodir aspek ekologi terutama peningkatan kesuburan lahan pada lahan yang ditanam dengan pola agroforestry. 

  Judul Berita
Kontribusi BP2TA Ciamis dalam Peningkatan Kualitas SDM Siswa Siswi SMK Rimba Bahari Sumedang
Upacara Hari Kesaktian Pancasila Lingkup Balai Litbang Teknologi Agroforestry Ciamis
Pembahasan Rencana Operasional Penelitian Tahun 2017 Balai Litbang Teknologi Agroforestry
Pola Tanam Agroforestry Mampu Mengakomodir Kepentingan Lingkungan Dan Sosial Ekonomi
Penanaman Nyamplung pada Lahan Pantai Berpasir Memerlukan Teknologi Yang Tepat
Penerapan Teknologi Agroforestry Kompleks Berbasis Pangan Sangat Mendesak
Serah Terima Jabatan Kepala Balai Litbang Teknologi Agroforestry Ciamis
Purnatugas Bukanlah Akhir Seseorang Untuk Terus Berkarya
Potensi Pengembangan Agroforestry Manglid, Sengon dan Kacang Tanah
Strategi Menentukan Daur Optimal Hutan Tanaman Sengon


Created By @Balai Penelitian Teknologi Agroforestry (BTPA) Ciamis