Home | Profil | Penelitian Kami | Publikasi | Prosiding | Kerjasama Penelitian | Sarana & Prasarana | Kontak Kami | Download | Galery

28-09-2018.151555 | Dilihat : 85 x
Partisipasi Balitbang Teknologi Agroforestry dalam Mewujudkan Xylarium Bogoriense Nomor Satu Dunia
BP2TA (Ciamis, 28 September 2018)_Menindaklanjuti surat Kapuslitbang Hasil Hutan No. S.34/P3HH/HKSD/Lit.1/8/2018, tanggal 31 Agustus 2018, perihal Dukungan Pengembangan Alat Identifikasi Kayu Otomatis dan Xylarium dalam rangka mewujudkan Xylarium Bogoriense nomor satu dunia dengan jumlah spesimen kayu terbanyak, BP2TA Ciamis beberapa waktu lalu turut mendukung dengan mengumpulkan dan mengirimkan beberapa sampel spesimen kayu. Xylarium Bogoriense adalah sebuah perpustakaan kayu yang pertama kali dibangun tahun 1944 oleh Belanda dan sekarang dikelola oleh Badan Litbang Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Bogor. Xylarium Bogoriense telah tercatat dalam Index Xylarium, Institutional  Wood Collection of the World sejak tahun 1975 (kode BZFw) dan tercatat dalam Index Herbarium Indonesianum. Xylarium mendokumentasikan kayu dengan informasi ilmiah seperti nama lokal, nama ilmiah, keragaman jenis, dan persebaran jenis kayu.
 
BP2TA telah berhasil mengumpulkan sebanyak 1.000 sampel dari 17 jenis  pohon  kayu  yang berasal dari 2 (dua) lokasi  yang berbeda yaitu lingkup kantor  di desa Pamalayan serta dari lokasi Hutan Penelitian Cigerendeng desa Cisaga Kabupaten Ciamis  selama  2 (dua) hari.  Sampel-sampel tersebut diambil dengan cara penebangan dan pohon yang sudah rebah , yang selanjutnya dikirim ke Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH) Bogor pada hari Sabtu , 15 September 2018 melalui jasa pengiriman . Sampel yang dikirim disusun dalam Tabel Data Koleksi Spesimen Kayu yang  telah ditentukan, diantara nya  memuat; daerah asal ;  tempat pengambilan sampel ; nama lokal dan nama Botani pohon tersebut   sebagai bahan rekapitulasi pihak P3HH dalam mencapai koleksi data Xylarium terbanyak nomor 1 (satu) di dunia .
 
Partisipasi BP2TA beserta UPT lain lingkup KLHK beserta Kemenristekdikti, LIPI, perguruan tinggi, industri perkayuan, pemerintah provinsi dan masyarakat berhasil mewujudkan perpustakaan kayu di Indonesia sebagai nomor satu dunia dengan 185.647 spesimen. Posisi Indonesia tersebut meningkat dari posisi sebelumnya yang berada di peringkat keempat dengan 67.864 spesimen dan menggeser posisi Belanda dengan 125.000 spesimen ke posisi kedua diikuti Amerika Serikat dengan 105.000 spesimen dan Belgia 69.000.
 
Dadang Maszaeni, S.T., M.P. selaku Kepala Seksi Data Informasi dan Sarana Penelitian BP2TA yang ditugaskan Kepala Balai Litbang Teknologi Agroforestry  untuk mengkoordinir  pelaksanaan pekerjaan tersebut merasa puas telah dapat turut berpartisipasi dan mendukung target Badan Litbang dan Inovasi  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan . Sesuai rencana hasil target pencapaian menjadi peringkat 1 (satu) Dunia untuk koleksi kayu Indonesia ini akan di deklarasikan oleh  Presiden Jokowi pada tanggal 23 September 2018 di Yogyakarta.(**TWSBP2TA)
 
  Judul Berita
BP2TA Selenggarakan Pembahasan Laporan Hasil Penelitian (LHPt) dan Laporan Hasil Pengembangan (LHPg)
BP2TA Sumbang Saran dalam Diskusi Kelompok Terfokus Pengelolaan DAS Berkelanjutan dengan Sistem Agroforestri,
Sistem Informasi Iptek Nasional (SIIN): Aplikasi Database Hasil Litbang Masa Depan
Produk-produk Agroforestri Meriahkan Pameran dalam Rangkaian Seminar Nasional Agroforestri di Jatinangor, Jawa Barat
Partisipasi Balitbang Teknologi Agroforestry dalam Mewujudkan Xylarium Bogoriense Nomor Satu Dunia
Balitbang Teknologi Agroforestry Bekerjasama Dengan Balitbang Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan Selenggarakan Seminar Teknisi Litkayasa IV
Balai Litbang Teknologi Agroforestry Ikuti Acara Apel Kebangsaan Tingkat Provinsi Jabar
Pembahasan Kerjasama Penyelenggaraan Seminar Bersama
Menjaga Semangat Ramadhan melalui Halal bi Halal
Rombongan Tim Balai Pengelolaan Hutan Wilayah VI Jateng Melakukan Studi Banding pengelolaan Agroforestry ke Balitbang Teknologi Agroforestry Ciamis


Created By @Balai Penelitian Teknologi Agroforestry (BTPA) Ciamis