Home | Profil | Penelitian Kami | Publikasi | Prosiding | Kerjasama Penelitian | Sarana & Prasarana | Kontak Kami | Download | Galery

22-04-2019.152447 | Dilihat : 44 x
BP2TA Hadiri Peresmian Bank Sampah Induk dan Pusat Daur Ulang Kabupaten Bandung
Bandung, (BP2TA, 16/04/2019)_Sebagai salah satu UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang berada di Jawa Barat, Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Agroforestry (BP2TA) turut hadir dalam acara Peresmian Bank Sampah Induk (BSI) dan Pusat Daur Ulang (PDU) Kabupaten Bandung yang dilaksanakan pada tanggal 15 April 2019 di RT 05 RW 07, Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Acara tersebut merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (Dirjen PSLB3), KLHK dalam kerangka program Pengelolaan Sampah di DAS Citarum dan “Citarum Harum”. “Citarum Harum” merupakan program yang digulirkan pemerintah pusat pada bulan Februari 2018 untuk memulihkan Sungai Citarum yang merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat secara terintegrasi melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. Acara yang dihadiri secara langsung oleh Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar ini diikuti sekitar 300 orang yang terdiri dari stakeholder kehutanan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bandung, Penggiat Sampah, serta masyarakat sekitar. 
 
Dalam sambutannya, Dirjen PSLB3, Rosa Vivien Ratnawati yang sekaligus sebagai Ketua Pelaksana melaporkan bahwa kapasitas daur ulang dapat mencapai 10 ton/hari dan pengomposan 10-30 ton/hari. Pengelola sudah dilatih tentang proses pengolahan dan daur ulang sampah, sehingga melalui pengolahan sampah di BSI dan PDU diharapkan dapat mengurangi tingkat pembuangan sampah dan tidak ada lagi pembuangan sampah ke Sungai Citarum.
 
Bupati Bandung, Dadang M. Naser dalam sambutan selamat datang mengucapkan terima kasih atas adanya program ini dan atas dipilihnya Kabupaten Bandung sebagai salah satu penerima bantuan alat daur ulang sampah dan program BSI. Dadang mengharapkan bahwa sampah bukan menjadi sumber masalah tetapi bisa menjadi sumber energi dan sumber pendapatan. Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil atas adanya bantuan peralatan ke 6 kabupaten/kota di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Cimahi, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Subang. Program ini selaras dengan komitmen Provinsi Jawa Barat dalam membangun peradaban di 27 wilayah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat. Pemerintah Jawa Barat telah mengembangkan program pengolahan sampah dengan menggandeng investor untuk mengolah sampah menjadi briket yang nantinya menjadi bahan bakar pengganti batu bara untuk operasional pabrik semen. Pemerintah provinsi juga sedang mengembangkan program pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak untuk industri. Kegiatan daur ulang sampah akan terus didukung oleh pemerintah provinsi karena Citarum merupakan wajah dan peradaban Jawa Barat sehingga diharapkan tidak ada lagi yang membuang sampah ke Sungai Citarum.
 
Acara puncak peresmian berupa arahan dan penyerahan bantuan fasilitas pengolahan sampah oleh Menteri LHK. Menteri menekankan bahwa yang lebih penting adalah mengurangi sampah dari sumbernya. Program pengurangan sampah ini juga sangat mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca. Menteri mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat untuk mengurangi sumber sampah, mengurangi pembakaran sampah, melaksanakan pemilahan sampah dan memanfaatkan BSI serta PDU. Pengolahan sampah ini untuk memenuhi amanat Presiden dalam Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga dengan target pengurangan sampah sebesar 30%. 
Menteri menambahkan, dalam hal penanganan Sungai Citarum, ada 4-5 dirjen di KLHK yang programnya diarahkan untuk mendukung Citarum Harum. KLHK mempunyai peranan dalam penanganan lahan di daerah hulu dan  penanganan instalasi air limbah. Sebagai respon terhadap permasalahan yang sering muncul di lapangan, sesuai pesan presiden untuk selalu mengedepankan keberpihakan kepada masyarakat, maka program Perhutanan Sosial akan terus dilanjutkan. Semua desa yang ada di sekitar hutan harus mendapatkan pelayanan publik yang sama dengan daerah lain. Dalam hal rehabilitasi lahan, penanganan daerah hulu akan belajar dari daerah Garut dan Bima dengan melipatgandakan kegiatan rehabilitasi dari biasanya.
 
Rangkaian acara ditutup dengan peninjauan lapangan untuk melihat peralatan dan lokasi bank sampah, penanaman, serta menyaksikan pameran lukisan dari sampah. (*)
 
  Judul Berita
Balai Litbang Teknologi Agroforestry Ciamis Terima Kembali Praktek Kerja Lapangan Siswa SMKN 4 Garut
Ajang Diseminasi Iptek Agroforestri, BP2TA Ikuti Pameran Hari Krida Pertanian Kabupaten Ciamis Tahun 2019
Upacara Peringatan Hari Kelahiran Pancasila Lingkup BP2TA: Kita Indonesia, Kita Pancasila
Puncak Semangat Ramadhan di Kantor (SemaRaK) BP2TA
Siswa SMP Terpadu Al Hasan Ciamis Outing Class ke Hutan Penelitian Cigerendeng dan Arboretum Balitbang Teknologi Agroforestry
PERINGATAN HARI BUMI DI CIAMIS, KITA RAWAT BUMI – BUMI RAWAT KITA
BP2TA Hadiri Peresmian Bank Sampah Induk dan Pusat Daur Ulang Kabupaten Bandung
Partisipasi BP2TA dalam Peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke-36 dan Kegiatan Gerbang Mas
Peringatan Hari Bhakti Rimbawan Ke-36 Lingkup BP2TA Ciamis
Partisipasi BP2TA dalam Peringatan HBR ke-36 Lingkup Jawa Barat


Created By @Balai Penelitian Teknologi Agroforestry (BTPA) Ciamis