Home | Profil | Penelitian Kami | Publikasi | Prosiding | Kerjasama Penelitian | Sarana & Prasarana | Kontak Kami | Download | Galery

04-09-2019.105049 | Dilihat : 100 x
BALAI LITBANG TEKNOLOGI AGROFORESTRY TURUT SERTA MENSUKSESKAN The 5 th International Conference of Indonesia Forestry Researchers (INAFOR)

(BPPTA Ciamis,  Agustus 2019) _ Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar konferensi internasional ke-5 peneliti kehutanan (The 5th International Conference of Indonesia Forestry Researchers/INAFOR) selama 4 hari (27 - 29 Agustus 2019 di IPB International Convention Center dan Open Day 30 Agustus 2019 di Kampus Gunung Batu). Pertemuan tersebut mengusung tema Enforcing Forest Restoration and Waste Management for Better Environment and Socio-Economic Benefits yaitu membahas masalah dan tantangan dalam restorasi hutan hingga pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan dan limbah hasil aktivitas antroposentris.

Konferensi Internasional ke-5 INAFOR adalah media pertemuan ilmiah bagi semua peneliti kehutanan Indonesia dan internasional, baik dari sektor pemerintah, swasta, dan perguruan tinggi. INAFOR diselenggarakan oleh BLI KLHK setiap dua tahun untuk mengkomunikasikan hasil capaian terkini secara luas terhadap berbagai hasil penemuan litbang kehutanan. Selain itu, konferensi ini juga menjadi wadah bertukar informasi dan diskusi ilmiah dalam rangka memperbarui arah litbang dan inovasi serta mencari solusi mengatasi permasalahan bidang lingkungan hidup dan kehutanan.
 
Kegiaatan Konferensi Internasional ke-5 INAFOR dibuka langsung oleh Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK, Agus Justianto sekaligus mewakili Menteri LHK. Dalam paparannya, Kabadan menyampaikan point-point penting yang selaras dengan tema yang diusung dalam konferensi INAFOR, yakni :
 
1. Perspektif negara terhadap pengelolaan sumber daya alam hutan dan lingkungan telah mengalami pergeseran besar ke arah keseimbangan nilai sosial, lingkungan dan ekonomi. 
2. Kebijakan dan peraturan kehutanan diselaraskan dengan visi nasional dan rencana pembangunan yang sejalan dengan komitmen internasional seperti pembangunan berkelanjutan (SDG), Perjanjian Paris, dan Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD).
3. Pengelolaan hutan di masa lalu yang semula berorientasi kayu kini bergeser ke pengelolaan lanskap hutan. Dengan paradigma bergeser ini, sudah saatnya untuk melihat restorasi lebih dari sekedar pohon. Restorasi sebenarnya tentang mereformasi lanskap di seluruh dunia yang digunduli, terdegradasi, atau kurang dimanfaatkan. Restorasi juga tentang meningkatkan produktivitas lanskap ini yang akan membantu mengurangi tekanan dari hutan yang tersisa di dunia sementara juga menyediakan sejumlah manfaat nyata, dari ketahanan pangan hingga air bersih hingga penyerapan karbon. 
4. Keberadaan hutan dunia telah terbukti penting untuk kesejahteraan manusia dan keberlanjutan planet ini. Hutan menyediakan layanan ekosistem yang penting serta konservasi tanah dan air dan udara bersih. Hutan mencegah degradasi tanah dan penggurunan serta mengurangi risiko banjir, tanah longsor, dan bencana lainnya. Di banyak daerah, hutan juga memiliki nilai budaya dan spiritual yang penting.
5. Pemerintah Indonesia sejak 2004 telah meluncurkan Program Restorasi Ekosistem yang melibatkan 33.000 desa di sekitar kawasan hutan. Sasaran utamanya adalah masyarakat desa dapat menghasilkan banyak barang dan jasa untuk kemudian diambil manfaatnya.
6. Salah satu solusi untuk memulihkan ekosistem hutan di Indonesia untuk mewujudkan kemandirian ekonomi, keamanan pangan dan energi adalah kegiatan Perhutanan Sosial
7. Data KLHK menunjukkan, dari 2015 hingga 2019, Pemerintah telah menetapkan target untuk mengurangi luas lahan kritis hingga 5,5 juta hektar. Target ini tersebar di 34 provinsi yang dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Upaya rehabilitasi yang dilakukan Pemerintah Indonesia melibatkan rehabilitasi waduk, wilayah danau prioritas dan daerah aliran sungai, pengembangan hutan bakau dan hutan kota, serta pembentukan pusat pembibitan masyarakat.
8. Tantangan serius lainnya yang dihadapi Indonesia yaitu pengelolaan limbah di perkotaan akibat pertumbuhan populasi yang cepat. Pusat-pusat kota besar di Indonesia menghasilkan hampir 10 juta ton limbah setiap tahun, dan jumlah ini meningkat 2 hingga 4% setiap tahun. Isu ini menjadi semakin kritis dewasa ini
9. Penerapan hasil litbang dapat ditempuh oleh masyarakat dan berbagai pihak seperti cara pengomposan limbah rumah tangga yang cepat, berteknologi rendah dan murah. Pada 2009, lebih dari 19.000 keranjang kompos dan 14 pusat kompos telah didirikan di berbagai kota di Indonesia. Upaya penerapan hasil litbang semacam ini adalah yang kita butuhkan untuk menyelesaikan masalah pengelolaan limbah karena telah membantu mengurangi jumlah limbah yang diangkut ke lokasi pembuangan akhir secara signifikan. Tidak hanya kegiatan pengomposan masyarakat memberikan pendapatan tambahan untuk keluarga berpenghasilan rendah tetapi juga mengurangi gas rumah kaca yang dihasilkan di tempat pembuangan sampah. Ini juga menunjukkan bahwa terlepas dari berbagai masalah dalam restorasi hutan dan pengelolaan limbah, akan selalu ada cara untuk menyelesaikannya
10. Indonesia bermaksud untuk mengambil peran yang lebih proaktif dalam upaya internasional untuk mempertahankan ekosistem hutan dunia dan agenda pembangunan berkelanjutan. Setelah belajar dari tantangan lingkungan yang muncul, kami telah meningkatkan kapasitas kami untuk mengatasi masalah, mempersiapkan para pemangku kepentingan untuk memahami masalah dengan lebih baik, mengurangi dampak, mengambil tindakan pada adaptasi dan mengendalikan sumber masalah 
 
Selama 4 hari, para ahli dan peneliti terkenal dari berbagai institusi di Indonesia dan juga mancanegara akan mempresentasikan lebih dari 200 paper iptek dan inovasi restorasi hutan dan pengelolaan limbah. Terdapat lima sub tema yang diangkat pada INAFOR 2019 ini adalah
1. Adopting the renewable bioenergy and waste utilization to support circular economy and sustainable environment
2. Innovative solution for managing tropical forest and conserving biodiversity to support SDG
3. Translating science into climate policy and action
4. Managing forest genetic resources in changing environment and landscape
5. The role of science and technology to support the improvement of environmental quality.
 
Dalam acara konferensi internasional ke-5 peneliti kehutanan (The 5th International Conference of Indonesia Forestry Researchers/INAFOR) ini, Balai Litbang Teknologi Agroforestry turut berpartisipasi menyampaikan hasil-hasil penelitiannya baik melalui presentasi langsung maupun melalui kegiatan pameran produk hasil litbang. Beberapa hasil litbang yang dipresentasikan oleh para peneliti Balai Litbang Teknologi Agroforestry adalah sebagai berikut :
 
Tema 1 : International Conference of Forest Products Adopting the Renewable Bioenergy and Waste Utilization to Support Circular Economy & Sustainable Environment
1. Adaptation and Productivity of Kaliandra for Biomass Energy Source (Mohamad Siarudin)
 
Tema 2 : Innovative Solutions for Managing Tropical Forests and Conserving Biodiversity to Support SDGs 
1. Living strategy of sharecropper household in Sumbawa District, West Nusa Tenggara and Tasikmalaya Districts, West Java
(Dian Diniyati & Budiman Achmad)
2. Income Sustainability of Private Forest Farmer in Ciamis District, West Java: Strategic Option (Budiman Achmad & Dian Diniyati)
3. Revegetasion of Peatland Soil in Kalimantan Barat Province with High Economic Multi Species (Aditya Hani)
4. Choices of Crops on Establishing of Agroforestry Plot in Peatland in Rasau Jaya Dua Village, West Kalimantan, Indonesia (Sanudin)
5. Farmers Socio - Economic Conditions and Financial Feasibility Analysis of Pepper Farming (Piper nigrum L.) on Three Patterns of Garden Management in Southeast Sulawesi (Eva Fauziyah)
6. Growth of Sengon - Manglid on Mix Planting (Aditya Hani)
7. Growth and Intensity of Pest and Disease Attacks on Mixed Cropping Patterns in the Community Forests, Ciamis of West Java (Benyamin Dendang)
8. The Development of Pepper (Piper Nigrum L.) Stem Rot Disease on Agroforestry (Endah Suhaendah, Eva Fauziyah, Gerhard ES Manurung)
 
Tema 3 : International Seminar on Translating Science into Climate Policy and Action 
1. Carbon Stored in Tree Biomass of Cigerendeng Research Forest, Ciamis, West Java (Yonky Indrajaya)
2. Joint Production of Wood, Resin, and Carbon of Pine Plantation Forest in Java (Yonky Indrajaya)
 
Selain kontribusi melalui presentasi, Balai Litbang Teknologi Agroforestry juga menyampaikan hasii-hasil litbangnya dalam bentuk produk alat peraga serta media publikasi cetak yang dipamerkan dalam acara pameran atau gelar iptek di sela-sela acara Konferensi. Beberapa publikasi dan produk yang disampaikan adalah sebagai berikut :
1. Buku Hutan Rakyat Manglid Status Riset dan Pengembangannya (Edisi revisi)
2. Buku Jasa lingkungan Agroforestry 
3. DVD Publikasi Hasil Litbang BPPTA Ciamis
4. Alat Peraga Sidik Cepat pemilihan Pohon Hutan Rakyat
5. Pita Volume Pohon Berdiri jenis sengon dan jati
6. Booklet Hutan Penelitian Cigerendeng
7. Alat Peraga Sidik Cepat pemilihan Pohon Hutan Kota
 
Turut hadir dalam pembukaan konferensi internasional INAFOR 2019 adalah perwakilan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), pakar kehutanan dari berbagai negara di Amerika, Eropa, Asia dan Australia, serta para peneliti kehutanan dari berbagai provinsi di Indonesia. Konferensi INAFOR 2019 ini juga sejalan dengan semangat Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 yaitu SDM Unggul, Indonesia Maju.
 
Di penghujung acara The 5th International Conference of INAFOR, Badan Litbang dan Inovasi (BLI) menyelenggarakan Open Day Campus (OCD), Jumat, 30 Agustus 2019. Bertempat di Kampus BLI, Jalan Gunung Batu No. 5 Bogor. Dalam acara OCD tersebut, berbagai fasilitas BLI serta produk iptek dan inovasi dipromosikan kepada para pengguna, khususnya peserta konferensi, mahasiswa, pelajar, dan komunitas yang telah diundang serta masyarakat sekitar.
 
Open day ini bertujuan untuk mendekatkan BLI dengan masyarakat, menjalin komunikasi interaktif dan menjadikan Kampus BLI sebagai kampus riset dn pendidikan bagi publik serta eduwisata. Dikemas dalam bentuk edutainment dan competitions, kegiatan open day meliputi bedah buku talkshow, lomba vlog, lomba mewarnai, coaching clinic, tur Kampus BLI dan diakhiri dengan acara penutupan INAFOR 2019.
 
  Judul Berita
BP2TA Selenggarakan Pembahasan Laporan Hasil Penelitian (LHPt) dan Laporan Hasil Pengembangan (LHPg)
Semarak Kebersamaan Pegawai BP2TA dalam Rekonsiliasi Internal
Model Agroforestri Jaga Konservasi dan Hasilkan Investasi
HUTAN PENELITIAN CIGERENDENG MENJADI AJANG PRAKTEK DAN WISATA EDUKASI
BALAI LITBANG TEKNOLOGI AGROFORESTRY TURUT SERTA MENSUKSESKAN The 5 th International Conference of Indonesia Forestry Researchers (INAFOR)
Balai Litbang Teknologi Agroforestry Ciamis Terima Kembali Praktek Kerja Lapangan Siswa SMKN 4 Garut
Ajang Diseminasi Iptek Agroforestri, BP2TA Ikuti Pameran Hari Krida Pertanian Kabupaten Ciamis Tahun 2019
Upacara Peringatan Hari Kelahiran Pancasila Lingkup BP2TA: Kita Indonesia, Kita Pancasila
Puncak Semangat Ramadhan di Kantor (SemaRaK) BP2TA
Siswa SMP Terpadu Al Hasan Ciamis Outing Class ke Hutan Penelitian Cigerendeng dan Arboretum Balitbang Teknologi Agroforestry


Created By @Balai Penelitian Teknologi Agroforestry (BTPA) Ciamis