KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id
  Home | Profil | Penelitian Kami | Publikasi | Prosiding | Kerjasama Penelitian | Sarana & Prasarana | Kontak Kami | Download | Galery

30-08-2021.153058 | Dilihat : 112 x
BPPTA Ciamis Bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Bersinergi dalam Menggelar Webinar Hasil-hasil Penelitian dan Pengembangan
(BPPTA Ciamis, 30/08/2021) _Dalam upaya untuk mendiseminasikan hasil penelitian dan pengembangan kepada para pengguna (user), Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Agroforestry (BPPTA) Ciamis bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Webinar Hasil-hasil Penelitian BPPTA pada hari Jumat (27/08/2021). 
 
Dalam sambutannya sekaligus Keynote Speaker acara webinar, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat - Ir Epi Kustiawan, MP - menyampaikan bahwa Pemerintah Jawa Barat  telah mencanangkan agroforestry sebagai program prioritas Jawa Barat, dengan dukungan luas potensi hutan seluas 609.231 Ha. Di satu sisi posisi hutan di Jawa Barat mempunyai peran strategis tetapi di sisi lain luas lahan kritis di Jawa Barat juga terbilang tinggi, ujar Epi. Namun terkait penangananan lahan kritis, kita harus mempunyai mindset atau merubah cara pandang kondisi lahan kritis bukan suatu masalah tetapi sebagai modal alam dalam upaya pengembangan produktivitas lahan antara lain melalui pengembangan agroforestry, ujar Epi menambahkan. 
 
Sementara pada sambutannya, Kepala BPPTA mengatakan, bahwa webinar ini bagi kami sebagai media mendiseminasikan/mensosialisasikan hasil-hasil penelitian dan pengembangan terkait agroforestry dalam beradaptasi dengan kondisi pandemic Covid-19, dimana sebelumnya agenda seperti ini dapat dilakukan melalui pola gelar teknologi/pameran/seminar tatap muka. Acara ini menjadi semakin bermakna dan strategis dikala pemerintah Jawa Barat seperti yang disampaikan oleh Bapak Kadishut telah mencanangkan agroforestry sebagai program prioritas Jawa Barat, ujar Sumitra.
 
Lebih lanjut Sumitra menyampaikan bahwa penelitian agroforestry yang terus berkembang baik dalam jumlah, metode pendekatan, maupun aspek penelitian memperlihatkan bahwa agroforestry memerlukan penanganan khusus yang berbeda dari memperlakukan hutan maupun pertanian dari satu sisi saja. Perlu kami sampaikan bahwa penelitian dan pengembangan yang kami lakukan selama ini berbasis demplot (demontration plot) sehingga bisa memberikan contoh nyata di lapangan bagi masyarakat, ujarnya.  
 
Ada tiga topik yang dibahas dalam webinar yang dimoderatori oleh Idih Ahmad Rinaldi, S.Hut., MP ini. Topik pertama tentang Peluang dan Tantangan Agoforestry Talas Beneng (Xanthosoma Undipes) yang disampaikan oleh peneliti BPPTA Ciamis, Endah Suhaendah, SP., M.IL. Dalam presentasinya, Endah memaparkan bahwa dilihat dari aspek peluang, pengembangan agroforestry talas beneng cukup menjanjikan mengingat tanaman talas beneng merupakan jenis salah satu jenis umbi-umbian yang tahan naungan, budidaya relatif murah serta tahan akan serangan hama dan penyakit. Lima bulan setelah tanam, petani sudah dapat menikmati hasil dari panen daun. Daun yang sudah kering dan dicacah sudah diekspor ke Australia sehingga berkontribusi dalam mendukung prioritas nasional dalam hal ketahanan pangan, kata Endah.
 
Sementara dari sisi tantangan, terkendala oleh bibit mahal, pembelian minimal 10.000 batang, petani tidak mampu membeli bibit, adopsi  masyarakat terhadap talas beneng tergantung perkembangan talas beneng yang telah ditanam oleh petani pelopor serta jaminan pasar yang belum terlalu menjanjikan khususnya di wilayah Tasikmalaya dan Ciamis.
 
Topik kedua tentang Multistrata Agroforestry Sengon Resisten Karat Tumor dan Manglid Dataran Tinggi Jawa Barat yang disampaikan oleh peneliti Aditya Hani, S. Hut., M.Sc. Dalam paparannya, Hany menjelaskan bahwa pengembangan agroforestry perlu belajar dari kearifan lokal serta memberi sentuhan inovasi Terapan Silvikultur Intensif (teknik silvikultur yang mengkombinasikan pemilihan bibit unggul dengan teknik manipulasi lingkungan serta penanganan hama penyakit). Pengalaman kami di lapangan menunjukkan bahwa pertumbuhan jenis baik sengon maupun manglid umur 4 tahun yang ditanam dengan pola agroforestry lebih tinggi dibandingkan dengan pola monokultur ditinjau dari aspek parameter pertumbuhan tinggi dan diameter. Begitu juga dengan ketahanan hama penyakit dimana jenis pohon yang ditanam dengan pola agroforestry lebih resisten terhadap hama penyakit, ujar Hany.
 
Topik ketiga Pengolahan dan Nilai Tambah Bambu dari Hutan Rakyat yang disampaikan oleh peneliti Eva Fauziyah, S.Hut., M.Sc. Dalam paparannya Eva menyampaikan bahwa bambu merupakan salah satu tumbuhan multiguna yang memiliki potensi nilai ekonomi tinggi. Beberapa literatur yang kami baca menunjukkan bahwa potensi pemanfaatan bambu memiliki hampir 35 produk turunan yang berasal baik dari limbah bambu, ranting, akar, rebung, batang dan daun. Pengembangan agroforestry bambu sebagai upaya peningkatan nilai tambah telah kami lakukan dengan memfasilitasi pelatihan laminasi sederhana, pelatihan kerajinan bambu, dan pelatihan pembuatan rebung kering dan abon rebung, kata Eva.
 
Lebih lanjut Eva menyampaikan bahwa usaha pengolahan dan pemanfaatan bambu sejalan dengan usaha pemberdayaan masyarakat untuk pengembangan produk unggulan yang mendorong masyarakat memanfaatkan potensi komoditas yang ada di daerahnya dan menciptakan nilai tambah yang tinggi. Aneka rupa pemanfaatan bambu seharusnya mampu mendorong pengembangan budidaya dan penciptaan produk berbasis bambu yang dapat dikembangkan di masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah bambu.
 
Tingginya antusiasme peserta terhadap webinar ini terlihat dari banyaknya pertanyaan dan saran yang disampaikan, serta masih banyaknya peserta yang mengikuti acara sampai akhir. Sebagai informasi Webinar yang dilaksanakan secara daring dengan aplikasi zoom cloud meeting ini dihadiri sekitar 250 peserta dari berbagai kalangan, sebagian besar adalah dari Cabang Dinas Kehutanan yang tersebar di Jawa Barat. Materi webinar tersebut selanjutnya dapat diunduh pada link https://bit.ly/materiwebinarhasilpenelitianbpptaciamis.
 
  Judul Berita
UPAYA MEMBANGUN SINERGI DALAM KEGIATAN IDENTIFIKASI KEBUTUHAN STANDARD BIDANG LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN, BPPTA CIAMIS MELAKUKAN KUNJUNGAN KERJA KE MITRA KERJA DI KABUPATEN PANGANDARAN
PERKUAT KERJA SAMA DI BIDANG LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN, BPPTA CIAMIS BERKOORDINASI DENGAN MITRA KERJA DI KABUPATEN SUMEDANG
Balai Litbang Teknologi Agroforestry Turut Mensukseskan Gelaran The 6th International Conference of Indonesia Forestry Researchers (INAFOR) 2021
Kunjungan Kerja Pelaksana Tugas Sekretaris Badan Standarisasi dan Instrument Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Tatar Galuh Ciamis
BPPTA Ciamis Bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Bersinergi dalam Menggelar Webinar Hasil-hasil Penelitian dan Pengembangan
Bangun Budaya Kerja yang Baik, BPPTA Ciamis Mulai Menerapkan Dialog Kinerja
Prospek Pengembangan Talas Beneng Dengan Sistem Agroforestry
Bank Syariah Indonesia Dukung Pengembangan Arboretum BPPTA Ciamis
Partisipasi Balai Litbang Teknologi Agroforestry (BPPTA) Ciamis Dalam Rangkaian Hari Bhakti Rimbawan 2021
BPPTA Ciamis Turut Berpartisipasi dalam kegiatan Konsolidasi Rencana Program dan Kegiatan Transisi BLI ke BSI LHK


Created By @Balai Penelitian Teknologi Agroforestry (BTPA) Ciamis