KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id
  Home | Profil | Penelitian Kami | Publikasi | Prosiding | Kerjasama Penelitian | Sarana & Prasarana | Kontak Kami | Download | Galery

15-09-2021.162832 | Dilihat : 65 x
Balai Litbang Teknologi Agroforestry Turut Mensukseskan Gelaran The 6th International Conference of Indonesia Forestry Researchers (INAFOR) 2021
(BPPTA Ciamis,   September 2021)_ Badan Standardisasi Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BSILHK), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) baru-baru ini menyelenggarakan The 6th International Conference of Indonesia Forestry Researchers (INAFOR) 2021, secara virtual (7-8/09/2021) dengan tema Greener Future: Environment, Disaster Resilience, and Climate Change. Berbagai sains dan instrumen terbaru dipresentasikan untuk solusi perbaikan lingkungan, ketahanan bencana, kesejahteraan sosial, peningkatan manfaat dari hutan, serta mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, termasuk juga untuk menghadapi pandemi Covid-19.
 
Tema ini menurut Menteri Siti dalam pernyataan sekaligus membuka acara konferensi menjadi lebih penting di masa pandemi Covid-19, saat Indonesia menghadapi tantangan global untuk memobilisasi berbagai upaya untuk bertahan dan membangun kembali dengan lebih baik. “Peran hutan dan lingkungan sangat penting untuk mendukung upaya tersebut. Kondisi new normal juga memberikan peluang bagi kita untuk lebih produktif,” tegasnya.
 
Terkait Omnibus Law, Kementerian LHK sangat berperan dalam mendukung pelaksanaannya. Banyak proses, standar dan prosedur dalam pengendalian dampak lingkungan dan perizinan telah direformasi menggunakan pendekatan berbasis risiko dengan tetap mempertahankan prinsip-prinsip perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam undang-undang Nomor 32 Tahun 2009.
 
Untuk itu, Kementerian LHK ini memandang perlu untuk mengembangkan instrumen baru yang dapat mendukung pelaksanaan Omnibus Law. Standar dan instrumen akan memandu para pemangku kepentingan untuk beroperasi dalam arah yang sama yakni menyeimbangkan aspek ekonomi, lingkungan dan sosial dalam kegiatan usaha dan pembangunan.
 
Dalam acara konferensi internasional ke-6 peneliti kehutanan (The 6th International Conference of Indonesia Forestry Researchers/INAFOR) ini, para peneliti Balai Litbang Teknologi Agroforestry turut berpartisipasi menyampaikan hasil-hasil penelitiannya.  Dalam 2 (dua) hari Konferensi, terdapat 4 (empat) orang peneliti yang mempresentasikan hasil penelitiannya yakni Dr Sanudin, Marcellinus M.B Utomo, S.Hut., M.For.Sc , Dr. Budiman Ahmad dan Aditya hani, S.Hut., M.Sc.
 
Dr. Sanudin mempresentasikan hasil penelitian berjudul Farming Competence Of Farmer In Peatland Management, Case In Rasau, Jaya Dua Village, Kubu Raya, West Kalimantan Province.  Dalam paparannya, Sanudin menjelaskan penyuluh memegang peranan penting untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan kemampuan petani dalam pengelolaan lahan gambut. Selama ini di lapangan ada gap komunikasi antar petani dengan penyuluh sehingga perlu intervensi pemerintah dengan mendorong kegiatan penyuluhan agar petani mendapatkan akses terhadap informasi, pasar, dan sebagainya.
 
Sementara Marcellinus M.B Utomo mempresentasikan hasil penelitian berjudul Implications Of Ownibus Law For Forestland Conflict of Resolutions system (A Case Study In Sumbawa). Dalam paparannya, Marcellinus menyatakan bahwa dalam implementasi Omnimbus Law di sektor kehutanan di daerah konflik di Sumbawa, bentuk yang ideal untuk kerjasama kehutanan adalah kehutanan Kemasyaraktan, mengingat daerah konflik merupakan area hutan produksi. 
 
Dr. Budiman Ahmad mempresentasikan hasil penelitian berjudul The Traditions Of Farming In The State Forest Area, Lesson Learned From Batulanteh’s Productions Forest Management Unit, West Nusa Tenggara Province. Dalam paparannya, Budiman menjelaskan bahawa sejarah terjadinya perladangan di KPHP Batulanteh perlu dipahami oleh pengelola kawasan maupun pembuat kebijakan agar kebutuhan ekonomi  petani terakomodir dan kelestarian hutan bisa terjaga.  Tujuan tersebut bisa diraih dengan pendampingan atau membekali peladang dengan berbagai keterampilan melalui pelatihan lebah madu, pembuatan jus dan abon dari buah jambu mete. Yang juga penting adalah mendidik peladang menjadi agen konservasi untuk menjaga kelestarian hutan dan usaha peladang, ujar Budiman.
 
Selanjutnya Aditya Hany mempresentasikan hasil penelitian berjudul The Initial Growth of Tacca Leontopetaloides As Food Crops in The Agroforestry Pattern With Malapari. Dalam paparannya, Hany menjelaskan bahwa agroforestri antara jenis jalawure (Tacca) dan malapari (Pongamia sp) merupakan jenis yg potensial dikembangkan sebagai sumber karbohidrat dan biofuel khususnya pada lahan pesisir pantai. Penggunaan bibit dengan umbi ukuran besar akan meningkatkan keberhasilan penanaman.
 
Peneliti terakhir BPPTA Ciamis yang mempresentasikan hasil penelitian berjudul Recommendations For The Initiatios Of Agro-tourism Establishment In Hunjungtiwu Village, Panjalu District, Ciamis Regency adalah Marcellinus M.B Utomo. Dalam paparannya, Marcellinus menyatakan bahwa inisiasi pembangunan desa wisata berbasis agro wisata perlu mendapatkan dukungan akses dana desa dan perlu dipersiapkan jiwa entrepreneur yg dilatih bagi para pelaku usahanya.
 
Sebagai informasi Konferensi Internasional ke-6 INAFOR adalah media pertemuan ilmiah bagi semua peneliti kehutanan Indonesia dan internasional, baik dari sektor pemerintah, swasta, dan perguruan tinggi. INAFOR 2021 diselenggarakan oleh BSI KLHK untuk mengkomunikasikan hasil capaian terkini secara luas terhadap berbagai hasil penemuan litbang bidang lingkungan hidup dan kehutanan.
 
INAFOR 2021 ini adalah yang terakhir diselenggarakan oleh Kementerian LHK, dengan dileburnya seluruh lembaga riset ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Karenanya pada kesempatan ini, Menteri Siti menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peneliti Kementerian LHK atas kiprahnya selama lebih dari satu abad bagi kehutanan Indonesia.
 
The 6th INAFOR 2021 diselenggarakan secara pleno dan paralel. Panel Tingkat Tinggi Bidang LHK pada sesi pleno menghadirkan 4 pembicara utama yakni Kepala BSILHK, Perwakilan IUFRO Indonesia, perwakilan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN). Sementara sesi paralel membahas 5 (lima) subtema yang akan dipresentasikan oleh 20 pembicara utama dan 162 presenter.
 
Pembukaan dan sesi pleno The 6th INAFOR 2021 dihadiri oleh sekitar 800 peserta virtual melalui saluran Zoom dan Youtube. Untuk  sesi pararel, akan dilaksanakan pada 8 September 2021 dan akan menyajikan 5 subtema yaitu: 1) Emerging environment quality for better living; 2) Managing forest and natural resources, meeting sustainable and friendly Use; 3) Enhancing resilience capacity of disasters and climate change; 4) Engaging social-economic of environment and forestry, better social welfare; dan 5) Cutting COVID-19 transmission, handling health and economic impacts. Informasi detailnya dapat diakses pada https://inafor.forda-mof.org/
 
 
 
 
 
 
 
  Judul Berita
UPAYA MEMBANGUN SINERGI DALAM KEGIATAN IDENTIFIKASI KEBUTUHAN STANDARD BIDANG LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN, BPPTA CIAMIS MELAKUKAN KUNJUNGAN KERJA KE MITRA KERJA DI KABUPATEN PANGANDARAN
PERKUAT KERJA SAMA DI BIDANG LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN, BPPTA CIAMIS BERKOORDINASI DENGAN MITRA KERJA DI KABUPATEN SUMEDANG
Balai Litbang Teknologi Agroforestry Turut Mensukseskan Gelaran The 6th International Conference of Indonesia Forestry Researchers (INAFOR) 2021
Kunjungan Kerja Pelaksana Tugas Sekretaris Badan Standarisasi dan Instrument Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Tatar Galuh Ciamis
BPPTA Ciamis Bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Bersinergi dalam Menggelar Webinar Hasil-hasil Penelitian dan Pengembangan
Bangun Budaya Kerja yang Baik, BPPTA Ciamis Mulai Menerapkan Dialog Kinerja
Prospek Pengembangan Talas Beneng Dengan Sistem Agroforestry
Bank Syariah Indonesia Dukung Pengembangan Arboretum BPPTA Ciamis
Partisipasi Balai Litbang Teknologi Agroforestry (BPPTA) Ciamis Dalam Rangkaian Hari Bhakti Rimbawan 2021
BPPTA Ciamis Turut Berpartisipasi dalam kegiatan Konsolidasi Rencana Program dan Kegiatan Transisi BLI ke BSI LHK


Created By @Balai Penelitian Teknologi Agroforestry (BTPA) Ciamis