KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id
  Beranda | Profil | Publikasi | Sarana & Prasarana | Kontak Kami | Download | Galery

03-12-2021.205308 | Dilihat : 197 x
Kejar Pencapaian Target Kinerja, BPPTA Selenggarakan Pembahasan Laporan Hasil Penelitian (LHPt) dan Laporan Hasil Pengembangan (LHPg)
(BPPTA Ciamis, 03/12/2021)_Dalam rangka pertanggungjawaban dan pencapaian target kinerja kegiatan penelitian dan pengembangan Tahun Anggaran 2021, Balai Litbang Teknologi Agroforestry (BPPTA) Ciamis menyelenggarakan Pembahasan Laporan Hasil Penelitian (LHPt) dan Laporan Hasil Pengembangan (LHPg) pada Rabu (1/12/2021) di Gedung Serbaguna BPPTA Ciamis, secara faktual dan virtual melalui aplikasi zoom meeting. 
 
Dalam sambutan acara, Kepala BPPTA Ciamis, Sumitra Gunawan menjelaskan  bahwa tujuan Pembahasan LHPt dan LHPg ini untuk refleksi dan penajaman terhadap LHPt dan LHPg yang telah disusun oleh masing-masing pelaksana kegiatan dan diharapkan hasil kegiatan Litbang BPPTA Ciamis dapat digunakan oleh pengguna/user. 
 
Lebih lanjut Sumitra menjelaskan  bahwa pada akhir bulan Juni 2021 kegiatan Litbang dihentikan dan sisa anggaran Prioritas Bidang (PB) direalokasi untuk pemenuhan kegiatan 1 (satu) output tambahan berupa kegiatan persiapan pembangunan standard di wilayah kerja masing-masing, namun untuk capaian prioritas bidang yang telah dihentikan tetap harus disusun laporan capaiannya sebagai pemenuhan target kinerja Tahun 2021.
 
“Kami mengucapkan terimakasih kepada Prof. Riset. Dr. Ir. Sri Suharti, M.Sc selaku Koordinator Rencana Penelitian Pengembangan Integratif Inovatif (RPPII) 7 dan Ir. Rachman Effendi, M.Sc selaku Koordinator RPPII 10 yang telah memberikan masukan dan bimbingannya dalam pencapaian target kinerja kegiatan Litbang, ujar Sumitra.
 
Rangkaian kegiatan pembahasan LHPt dan LHPg ini berupa penyampaian paparan hasil litbang dari Kelompok Peneliti (kelti) sosial ekonomi, kelti Sumber Daya Lahan dan Hutan (SDLH) dan kelti Silvikultur.
 
Kelti Sosial Ekonomi menyampaikan 3 (tiga) judul kegiatan litbang yakni :
1. Kajian Model Agroforestri Lokal dan Kebijakan Pengembangannya 
2. Difusi Teknologi Budidaya dan Pasca Panen Bambu di Priangan Timur Jawa Barat
3. Pengembangan Pasar dan Inovasi Produk Agroforestri Jenis Porang 
 
Dalam presentasi hasil risetnya, Sanudin menjelaskan tentang dampak sosial, ekonomi dan ekologi dari Program Perhutanan Sosial (PS) skema Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK) yakni :
• Ketenangan dan kenyamanan dalam melakukan kegiatan berusaha pada kawasan hutan karena sudah mendapat izin/legal. 
• Terdapat peningkatan pendapatan dengan terbukanya akses masyarakat terhadap penggarapan lahan di kawasan hutan (Perhutani). 
• Peningkatan tutupan lahan dengan penanaman tanaman semusim, tanaman bulanan (kopi dan kapulaga) dan tanaman tahunan (pohon sengon). 
 
Lebih lanjut menurut Sanudin tingkat akses masyarakat terhadap berbagai manfaat dalam perhutanan sosial dengan adanya program Perhutanan Sosial skema KULIN KK meningkat
 
Presentasi hasil riset Kelti Sosial Ekonomi terkait Difusi Teknologi Budidaya dan Pasca Panen Bambu di Priangan Timur Jawa Barat oleh Eva Fauziyah menyimpulkan bahwa penerapan model agroforestry bambu yang adaptif meliputi pengaturan jarak tanam yang memberi cukup ruang bagi tanaman lainnya, pemeliharaan rumpun bambu dengan pemanenan rebung, pemangkasan/penjarangan, serta pemilihan pola tanam yang tepat. Lebih lanjut dijelaskan bahwa kegiatan aspek sosial, ekonomi dan penguatan kelembagaan dilakukan melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan, serta mendorong jaringan pasar pada tingkat komunitas. 
 
Menurut Eva, hasil analisis dampak secara sosial, ekonomi, dan lingkungan memperlihatkan adanya dampak positif yang dirasakan petani, namun ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian kedepan dalam upaya mengoptimalkan keberadaan demplot agroforestry bambu terutama dalam mendorong peningkatan pendapatan petani.
 
Sementara terkait penelitian porang, Dian Diniyati menyampaikan hasil risetnya yang menyimpulkan bahwa :
• Pasar porang termasuk pada pasar oligopoly, adalah suatu kondisi di mana hanya terdapat segelintir perusahaan yang menguasai pasar. Oleh karena itu porang tidak dapat dijual secara bebas artinya pasar yang ada merupakan pasar yang dibentuk secara kelompok, sehingga porang tidak dapat dijual di luar kelompoknya.
• Para pelaku pasar porang umumnya berkelompok (bermitra), dimana satu kelompok dan kelompok lainnya tidak saling mengenal. 
• Alur pemasaran porang tidak terbatas hanya di Kabupaten Ciamis saja melainkan sampai ke Bandung, Madiun dan Semarang. Pemasaran porang ini tidak hanya lintas kabupaten melainkan juga lintas propinsi.
 
Kelti SDLH dalam paparannya menyampaikan 1 (satu) judul penelitian berjudul Model Agroforestri Berbasis Tanaman Hutan Penghasil Pangan untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional. Hasil risetnya yang disampaikan oleh Endah Suhaendah menunjukkan bahwa :
• Perbedaan pola tanam berbeda nyata terhadap pertumbuhan tinggi, lebar daun dan panjang daun. Tinggi tanaman, lebar daun dan panjang daun talas beneng pada pola agroforestri sebesar 107,3 cm, 43,6 cm dan 64,7 cm, pada pola monokultur sebesar 42,4 cm, 19,8 cm dan 31,4 cm. Hal ini memperlihatkan bahwa talas beneng dapat tumbuh dengan baik di bawah naungan dan cocok untuk dikembangkan secara agroforestri.
• Penerapan agroforestri talas beneng di Desa Neglasari memungkinkan dilakukan karena karakteristik petani di Desa Neglasari yang memiliki tingkat pendidikan yang cukup baik dan banyak petani berusia produktif, selain itu juga persepsi petani terhadap agroforestri berbasis talas beneng juga positif.  Namun masih ada keterbatasan modal dan lahan serta pengetahuan mengenai budidaya, pengolahan, serta pemasarannya.
• Nilai Net Present Value (NPV) usaha tani talas beneng bernilai positif. Dengan demikian penanaman talas beneng dengan pola agroforestri memiliki peluang usaha yang layak dan menguntungkan.
 
 
Sesi terakhir paparan disampaikan oleh tim kelti Silvikuiltur dengan judul Pengembangan Model Agroforestry Kayu Pertukangan Jenis Sengon (Falcataria mollucana) dan Manglid (Magnolia champaca). Hasil riset yang disampaikan oleh Aditya Hani menyimpulkan bahwa multistrata agroforestri dapat lebih berkembang  apabila pada tingkat on-farm dilakukan dengan menerapkan budidaya secara intensif dengan mengedepankan pola tanam organik. Sedangkan pada skala off-farm perlu dibentuk lembaga penampung hasil agroforestri di tingkat desa dengan melibatkan BUMDES
 
Setelah dilakukan paparan oleh  masing-masing pelaksana kegiatan litbang, dilakukan diskusi dengan peserta pembahasan dan pemberian saran dari  masing-masing koordinator penelitian yang dapat digunakan sebagai bahan  perbaikan dan penyempurnaan LHPt dan LHPg tersebut.  Apresiasi diberikan kepada para pelaksana kegiatan Litbang, dimana ditengah kondisi Pandemic Covid-19, proses transisi organisasi dan penghentian kegiatan, masih dapat menyelesaikan laporan untuk pencapaian target kinerja.  Diharapkan dari kegiatan litbang ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat/pengguna/user dan bahkan dapat menjawab permasalahan agroforestry yang menjadi kebutuhan daerah.
 
Rangkaian acara pembahasan Laporan Hasil Penelitian (LHPt) dan Laporan Hasil Pengembangan (LHPg) tersebut dipandu oleh Gunadi, S. Hut., M.Si. Hadir dalam acara tersebut kurang lebih 50 orang di antaranya  Prof. Riset.  Dr. Ir. Sri Suharti, M.Sc selaku Koordinator RPPII 7, Ir. Rachman Effendi, M.Sc  selaku Koordinator RPPII 10, Handoyo, S.Hut, M.Sc selaku Wakil Koordinator RPPII 10, perwakilan Cabang Dinas kehutanan (CDK) Wil. VII Ciamis, CDK Wil. VI Tasikmalaya, CDK Wil. V  Tegal, perwakilan Administratur KPH Perhutani Ciamis, perwakilan dari Bidang KSDA Wil III BBKSDA Jabar dan karyawan/ti BPPTA Ciamis baik yang WFO maupun yang WFH.
 
 
 
  Judul Berita
FGD (Focus Group Discussion ) Pengelolaan Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai
Perkuat Program Kerja BPSILHK Ciamis dengan Dinas PRKPLH Kabupaten Ciamis dan Bank Sampah Induk Ciamis
BPSILHK Ciamis dan Peneliti BRIN Bekerjasama Dengan DWP BPSILHK Ciamis Melaksanakan Kegiatan "Semarak Ramadhan"
Perkuat Jejaring Kerja dengan BTN Gunung Ciremai
BPSILHK Ciamis Kaji Penerapan Standar Instrumen Pengelolaan Bank Sampah di Jabar
Sosialisasi Tusi BPSILHK Ciamis Dalam Upaya Membangun Sinergi dan Kolaborasi
Koperasi Daya Malar Raharja (DAMAR) Menggelar Rapat Anggota Tahunan 2021
Momen Kebersamaan Hari Bakti Rimbawan Ke-39 di Kabupaten Tasikmalaya
Sosialisasi SNI Pengelolaan Pariwisata Alam dan Peluang Penerapan Standar Pengelolaan Pariwisata Alam di Jawa Barat
BPSILHK Ciamis beserta Rimbawan Ciamis Melakukan Giat Penanaman Dalam Rangka Memperingati Hari Bakti Rimbawan


Created By @Balai Penerapan Standar Instrumen LHK Ciamis